WELCOME

SELAMAT DATANG DI BLOG TEKNIK AUDIO VIDEO

Senin, 03 November 2025

Tugas Daring XI TAV

 Penguat OCL (Output Capacitor-Less)


Pengertian: OCL adalah singkatan dari Output Capacitor-Less. Ini merujuk pada jenis rangkaian penguat audio yang bagian keluarannya (ke speaker) tidak menggunakan kapasitor kopling DC (kapasitor output).

Keuntungan: Desain ini menghasilkan respons frekuensi rendah (bass) yang lebih baik dan efisiensi daya yang lebih tinggi dibandingkan dengan desain yang menggunakan kapasitor output.

Prinsip Kerja: Rangkaian OCL biasanya menggunakan catu daya ganda (positif, negatif, dan ground/CT) untuk memastikan tegangan DC pada output speaker mendekati nol volt, sehingga speaker aman dari kerusakan akibat arus DC.  

Transistor TIP 3055

Fungsi: TIP 3055 adalah transistor daya NPN yang digunakan sebagai bagian dari tahap akhir atau transistor final dalam rangkaian amplifier OCL 150 Watt. 

Karakteristik: Transistor ini dirancang untuk menangani arus dan daya tinggi, mampu mengalirkan arus beban kontinu hingga 15A. Dalam rangkaian OCL 150 Watt, TIP 3055 biasanya dipasangkan dengan transistor komplementer PNP, yaitu TIP 2955 (atau MJ2955) dalam konfigurasi push-pull.

Peran dalam Rangkaian: Transistor final ini berfungsi untuk memperkuat sinyal audio yang lemah dari tahap driver menjadi sinyal daya tinggi yang cukup kuat untuk menggerakkan speaker.  

Ringkasan Teori OCL 150 dengan TIP 3055

Rangkaian power amplifier OCL 150 Watt yang menggunakan transistor final TIP 3055 dan TIP 2955 bekerja berdasarkan prinsip penguat kelas AB (umumnya) dengan topologi OCL. Rangkaian ini memanfaatkan karakteristik daya tinggi dari transistor-transistor tersebut untuk menghasilkan output audio yang kuat dan jernih tanpa memerlukan kapasitor di jalur output, asalkan catu daya simetrisnya stabil. Efisiensi dan kualitas suara, terutama pada frekuensi rendah, menjadi keunggulan desain ini. 



Berikut ini adalah fungsi dari masing-masing komponen pada rangkaian Power Amplifier OCL 150 Watt: 

1.     R1 (100 KΩ), berfungsi meredam “hum” atau suara “jedug” atau sinyal liar yang mungkin timbul terutama pada saat amplifier dihidupkan tanpa rangkaian input.

2.     C1 (100 nF), sebagai kopling, menyalurkan sinyal AC saja dan menahan/meredam sinyal DC.

3.     R2 (33 KΩ), memberi bias ke basis Q1 (BC559) sekaligus membuat kapasitor resonansi C2 lebih aktif. Gain bias bisa 2 hingga 4 kali lipat (sekitar 6dB) lebih kuat dari amplifier lain.

4.     R6 (33 KΩ), resistor gain. Semakin besar nilainya semakin besar pula penguatannya. Penguatan & kejernihan suara berbanding terbalik.

5.     R3 (560 Ω), kebalikan dari R6.

6.     C2 (47uF), kapasitor resonansi, hanya bekerja pada arus AC. Menjamin R3 supaya hanya meneruskan sinyal audio (di atas 20Hz) & menahan arus AC.

7.     Q1 dan Q2 (BC559), Stage input yang bekerja kebalikan. Q1 penguat non-inverting, sedangkan Q2 penguat inverting. Untungnya stage ini menggunakan transistor PNP. Transistor PNP biasanya jauh lebih linier dibanding NPN.

8.     D1 (1N4148), D2 (1N4148), R4 (10 KΩ), R7 (560 Ω), Q4 (BC559), membentuk rangkaian regulator arus (Current Boost) untuk mensupply stage input. Dioda ini tidak harus high speed, yang penting kuat membentuk tegangan sekitar 1.3V.

9.     R4 (10 KΩ), Bias D1(1N4148) & D2 (1N4148), Semakin kecil semakin panas, semakin panas semakin jernih. Menjamin Q1 & Q2 tidak kekurangan arus. Kejernihan suara salah satunya ditentukan dari sini. Berfungsi juga untuk membuang muatan kapasitor power supply, penting pada saat rangkaian dimatikan dipegang untuk diperbaiki.

10.  R10 dan R11 (100 Ω), C5 dan C6 (47 µF), membentuk rangkaian filter dengung & osilasi yang mungkin terjadi dari kaki-kaki Q3 & Q4. Osilasi biasanya berupa sinyal ultra treble halus yang bisa membuat heatsink/transistor power lebih panas.

11.  D3, D4 dan D5 (1N4148), membentuk regulator tegangan bias untuk Q5 & Q6 (pengganti regulator 1,8-2,1 Volt) yang nilainya 3 x dioda = 1,8V - 2,1V. Menjaga agar Transistor Final bekerja pada kelas AB.

12.  R12 (100 Ω), menjaga supaya nilai tegangan bias tidak lebih dari 2,1V. Tegangan bias ini bernilai tetap, berada di titik CT (kira kira -1V hingga +1V). Tegangan tetap ini terombang-ambing ke atas dan ke bawah seperti getaran daun speaker. Sebenarnya R ini bisa dihilangkan.

13.  Q3 (BC549), sebagai penguat sinyal tegangan (unbalanced). Menarik sinyal bias ke rel negatif supply. Sedangkan yang menjaga/menarik sinyal bias ke rel positif supply secara otomatis adalah R8 (2,2 KΩ) & R9 (4,7K). Output antara rel positif dan rel negatif tegangannya mendekati simetris tetapi tidak sama kekuatan arusnya, oleh sebab itu perlu rangkaian penguat arus pertama Q5 (TIP139) & Q6 (TIP140) sebelum diumpan ke transistor final.

14.  C3 (100 pF), mengatasi noise & osilasi pada Q3 (BC549)

15.  C4 (47 µF), Bootstrap, menyesuaikan getaran tegangan bias tadi. Jalur referensi yang dipakai bukan ground tetapi jalur speaker untuk mengimbangi getaran tegangan bias. Menyesuaikan kekuatan getaran bass pada saat Continues speaker bergerak ke depan.

16.  Q5 (TIP139) & Q6 (TIP140), sebagai penguat arus pertama.

17.  R13 & R14 (330 Ω), memberi supply arus ke Q5 (TIP139) & Q6 (TIP140), lewat emitornya masing-masing. Sebaiknya resistor ini menggunakan daya 2 Watt karena terhubung seri terhadap beban/speaker.

18.  R15 & R16 (0,47 Ω/5W), memberi supply ke Q7 (TIP2955) & Q8 (TIP3055) lewat kaki emitor. Resitor ini bernilai kecil karena kita menginginkan arus besar, biasanya bernilai tidak lebih dari 0.5 Ohm.

19.  Q7 (MJ2955) & Q8 (2N3055), transitor daya sebagai penguat arus terakhir. 

 

Pertanyaan ;

Jelaskan jenis kerusakan yang umum sering terjadi pada penguat ocl 150 watt..? 


Kamis, 22 Juli 2021

DISTRIBUSI JARINGAN LISTRIK




 Assalamuaalaikum... selamat pagi buat siswa XII AV

tugas minggu ini berupa menonton tayangan video pendek tentang kelistrikan pada alamat https://www.youtube.com/watch?v=qVNP5M23abU

selanjutnya siswa membuat narasi atau membuat alur cerita sesuai dengan apa yang sudah dilihat

hasil narasi dicatat di buku tulis dan selanjutnya di antar ke sekolah (luring) ke kantor HUMAS 

di kumpul paling akhir Senin tanggal 26 Juli  2021 jam 12.00 wib

Sabtu, 21 November 2020

TUGAS Kelas XI TEI (PSR)



Assalamu'alaikum. wr. wb 

Selamat pagi

Kepada

Siswa XI TEI

Tugas Minggu ini edisi 21 Nopember 2020 s/d 27 Nopember 2020

Buat uraian secara terperinci fungsi dan kegunaan peralatan-peralatan yang dipakai dalam kegiatan praktikum pembuatan proyek sistem robotik..

misalkan: solder dan lainya

cari 10 macam peralatan... catat di buku kemudian foto dan kirim ke email: 197tiga@gmail.com

Dikumpul tanggal 27 Nopember 2020 jam 12.00 wib


TUGAS KELAS XII AV



Assalamu'alaikum... wr
Selamat pagi 

Kepada 
Siswa Kelas XII TAV 

Tugas Minggu ini edisi 21 Nopember 2020 s/d  27 Nopember 2020.
1. Membuat proposal proyek elektronika dengan format laporan sebagai berikut :
    a. Judul (mis: Proposal Proyek Amplifier 150 Watt Mono)
    b. Kajian Teori ( fungsi dan kegunaan proyek yang direncanakan mis: amplifier 150 Watt Mono)
    c. Kebutuhan Peralatan dan Bahan
        - Peralatan : solder, multimeter dan lain-lain
        - Bahan : komponen yang dibutuhkan dalam pengerjaan proyek yang direncanakan
   d. Rincian kebutuhan biaya pembuatan
   e. Tahapan dalam pekerjaan (perencanaan, menggambar, melarut dst)
   f. Gambar skema rangkaian mis: amplifier 150 Watt mono
   g. Gambar lay out PCB
   h. Time scedule/ rencana kegiatan pelaksanaan proyek..

Proyek yang dikerjakan meliputi:
pembuatan amplifier, power supply, running led, control air dan lain2
   
Tugas di kumpul tanggal 28 Nopember 2020 jam 12.00 WIB dikirim melalui email: 197tiga@gmail.com

OK selamat bekerja

ada kesulitan mohon ditanyak melalui wa


Jumat, 06 November 2020

Distribusi Listrik

 


Assalamuaalaikum... selamat siang buat siswa XI TEI

tugas minggu ini berupa menonton tayangan video pendek tentang kelistrikan pada alamat https://www.youtube.com/watch?v=qVNP5M23abU

selanjutnya siswa membuat narasi atau membuat alur cerita sesuai dengan apa yang sudah dilihat

hasil narasi dicatat di buku tulis dan selkanjutnya di foto untuk kemudian dikirim ke email : 197tiga@gmail.com

di kumpul paling akhir kamis tanggal 18 Nop 2020 jam 12.00 wib

Jumat, 02 Oktober 2020

Tugas P3AV

 


Tugas kelas XII TAV 

1. Buat video tutorial " bagaimana cara menyolder dan melepas komponen elektronika yang benar "

2. Durasi video paling lama 3 menit menggunakan rekaman HP dibuat dalam ext. MP4

3. Kirimkan hasil pembuatan video tutorial pada wa bapak..\

4. Tugas dikumpulkan hari jumat minggu depan 9 Okt 2020.


Contoh...


Kamis, 17 September 2020

Modul Perekayasaan Sistem Robotik


Kepada siswa kelas XI TEI 

Klik Tautan di bawah  bacalah halaman 33 s/d 54...... Jika selesai membaca laporkan ke wa bapak (contoh : ali - selesai) atau ahmad -selesai.

 https://drive.google.com/file/d/1Svb_rWTBBt1LVSQsi66PwvNnp4854l0Q/view?usp=sharing

Instslasi Sound System

 

Kepada siswa kelas XII TAV tugas anda mencatat ulang materi instalasi sound system di buku masing-masing.!!!

Jika selesai fotokan hasil salinan catatan kirim ke wa bapak...


Instalasi Sound system

Sistem instalasi sound system pada umumnya dibagi menjadi dua yaitu 2 way dan 3 way.Urutan Instalasi AUDIO SOUND SYSTEM yang benar  pada sebuah perangkat sound system yang terdiri dari: Mixer, Equalizer, Crossover, Power Amp dan beberapa perangkat tambahan lainnya yang berfungsi untuk lebih bisa mengontrol sinyal audio yang masuk.

Sistem 2 way adalah output pembuangan loudspeaker dibagi menjadi dua bagian yaitu low midle dan high midle. Ada juga yang menambahkan crossover 2 way. Ada juga yang mengatakan speaker 1 way yang tanpa crossover. Karena suara masih bercampur menjadi satu. Speaker yang bertugas sebagai low midle hanya akan mengeluarkan bass dan midle.dan Speaker high midle hanya akan mengeluarkan suara high dan midle. Pada sistem ini dibutuhkan speaker 18″ dan 15″ beserta tweaternya atau apeaker 15″ untuk low midle dan 12″ untuk high midle tanpa tweater. Berikut gambar instalasinya !!







Sistem 3 way adalah output dibagi menjadi 3 bagian yaitu Low, Midle, high. Pada sistem ini suara yang dihasilkan lebih akurat, karena setiap bagian mempunyai tugas sendiri-sendiri yang dipisah dan diproses menggunakan perangkat crossover aktif untuk memisah frekuensinya. Fungsi dari bagian 3 way adalah Low hanya akan mengeluarkan bass subwoofer yang ditugaskan pada speaker 18″. Midle hanya akan mengeluarkan suara midle yang ditugaskan pada speaker 15″. High mengeluarkan suara treble yang ditugaskan pada speaker 12″ bersama tweaternya. Berikut gambar instalasinya !!



Pemasangan instalasi sound system pada gambar diatas yang 2 way diawali dengan mixer, kemudian masuk ke equalizer, kemudian masuk Power amplifier, kemudian diumpan ke speaker. Pada sistem 3 way diawali dengan mixer, kemudian masuk ke equalizer, kemudian masuk crossover untuk dipisah frekuensinya, kemudian masuk Power amplifier yang dipisah menjadi 3 bagian low, midle, high. Kemudian diumpan ke speaker yang mempunyai tugas masing masing low, midle, high.

Fungsi dari beberapa perangkat Audio Sound System

1.    Mixer berfungsi sebagai pengatur masukan pertama dari sumber suara. Mixer mempunyai fungsi yang sangat penting, karena untuk mengatur karakter dari berbagai macam sumber suara. Diantaranya adalah vokal, gitar, keyboard, alat musik dan sumber suara lainnya. Misal dvd player, mp3 player atau perangkat handphone.

2.    Equalizer berfungsi sebagai pengatur keseluruhan sumber suara dari mixer. Agar bass lebih mantap, midle lebih terasa dan treble lebih cring. Dan juga berfungsi untuk mengkoreksi frekuensi audio yang tidak dibutuhkan atau mengganggu dengan cara meredamnya. Sehingga dengan equalizer suara yang dihasilkan akan lebih sempurna.

3.    Crossover berfungsi sebagai pemisah frekuensi seluruh sumber suara dari proses equalizer. untuk 2 way akan memisah frekuensi low midle dan high midle. Untuk 3 way akan memisah frekuensi low, midle, dan high. Sebelum diumpan ke PA.

4.    Power Amplifier (PA) berfungsi sebagai penggerak speaker. Untuk PA mempunyai watt masing-masing dan juga karakter sesuai dengan karakter frekuensi yang dihasilkan. PA low biasanya berdaya watt lebih besar, karena mendrive speaker 18″ dan nada bass. PA midle berdaya sedang untuk mendrive speaker 15″. PA high berdaya kecil, untuk mendrive speaker 12″ beserta tweaternya.

5.    Speaker berfungsi mengeluarkan sumber suara menurut karakter frekuensi masing-masing. Low menggunakan speaker 18″ subwoofer. Midle menggunakan speaker 15″. High menggunakan speaker 12″ dan tweater.

Dengan mengetahui urutan instalasi audio sound sytem yang benar, akan menghasilkan suara yang jelas dan sempurna enak didengar telinga. Untuk bagaimana cara merakit mixer sound system dan diagram koneksinya bisa dibaca disini. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

https://www.bjgp-rizal.com/2020/04

Rabu, 20 Desember 2017

Sejarah CCTV

TOPIK  KEGIATAN 1 : SEJARAH CCTV

Tujuan Kegiatan :
1.     Menerangkan Sejarah  CCTV
2.     Menjelaskan manfaat  CCTV
3.     Menjelaskan pengertian  CCTV
  
 
A.  Pendahuluan
CCTV pertama kali dibuat oleh Walter Brunch, dan diisntal di sebuah area peluncuran roket di Jerman. Oleh karena peluncuran tersebut dirasa berbahaya, dan banyak orang yang ingin menyaksikannya, maka dibuatlah CCTV sehingga dapat digambarkan secara detail mengenai peluncurannya. Teknologi CCTV masih digunakan untuk melihat peluncuran roket, namun meluas fungsinya ke keamanan bank, institusi militer dan tempat lain yang membutuhkan pengamanan yang tinggi. Di tahun 1990 dan 2000, camera CCTV mulai dipakai di area public, seperti di sudut jalan di negara Inggris.
Teknologi CCTV telah membuat evolusi jalan keamanan di sector publik dan private. CCTV juga diperbolehkan oleh lingkungan hukum untuk menyelesaikan kriminalitas di area, dimana camera CCTV dipasang. Sekarang ini, camera CCTV mudah diidentifikasi oleh setiap orang. Banyak camera CCTV yang dipasang di langit-langit rumah, dinding atau atap bangunan. Camera CCTV memiliki lensa di bagian depan, dan untuk CCTV model baru berwarna hitam dan berbentuk kecil, juga dapat melakukan maneuver putaran 360 derajat.
Masa depan teknologi camera CCTV sepertinya akan semakin menarik, Dimulai dari computer yang mulai menggunakan camera CCTV control, yang akan mendeteksi pergerakan dan mengikuti siapa saja yang ada di depan computer. Kualitas gambar yang diambil camera CCTV berupa image crystal bening high-definition. CCTV untuk masa depan juga dapat digunakan untuk membaca signature dan implementasi pemandangan tengah malam (night-vision). Ketika CCTV mendeteksi adanya gerakan, maka email akan dapat dikirimkan ke alamat yang dituju, memperingatkan pemilik email akan keadaan bahaya.
Pada gambar 1 dapat kita lihat konfigurasi dari komponen-komponen CCTV.

 


 Gambar 1. Konfigurasi komponen CCTV

Jika Anda pun ingin memasang perangkat ini, hal pertama yang harus ditilik adalah menyesuaikannya dengan kebutuhan. Kamera CCTV bisa diletakkan di dalam maupun di luar rumah. Untuk kamera di luar ruangan, biasanya telah didesain agar lebih tahan cuaca dan mampu menjangkau area yang lebih luas, dengan deteksi gerak yang lebih akurat. Sementara kamera untuk di dalam ruangan, umumnya memiliki desain yang lebih cantik agar tetap bisa berpadu apik dengan interior rumah.
Berikutnya, perhatikanlah sentifitas cahaya kamera, yang berpengaruh pada kualitas gambar yang akan dihasilkan. Tentu saja, kualitas gambar ini, juga tergantung dari tingginya resolusi yang dimiliki.
Hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah menilik fitur pelengkapan dari sebuah kamera CCTV. Antara lain menilik kemampuan kamera untuk melakukan perubahan gerakan ke arah kiri atau ke arah kanan ( pan ) dan gerakan ke atas atau ke bawah ( tilp ), kemampuan zooming kamera untuk menangkap suatu obyek secara lebih detail, ataupun warna gambar rekaman, hitam putih atau berwarna. Gambar hitam putih pada umumnya lebih mampu mengkap gambar secara lebih tajam pada ruangan yang memiliki penerangan minim. Namun, gambar berwarna kini juga ada yang telah dilengkapi fitur untuk mengubah warna gambar untuk menjadi hitam putih. Tentu saja, kelengkapan fitur yang dipilh sebaiknya disesuaikan dengan budget yang tersedia.
Komponen kamera akan menangkap obyek gambar yang akan ditransformasikan menjadi sinyal-sinyal elektronik, dan selanjutnya sinyal-sinyal tersebut akan dikonversikan dari format analog menjadi format digital dan ditransfer melalui sebuah komputer dan dikompresi untuk selanjutnya dikirim melalui jaringan.
Untuk system kamera CCTV surveillance yang digunakan di lokasi tertentu misalnya dalam satu gedung, biasanya akan cukup mudah bagi kita semua bila ingin menambah jumlah kamera yang dipasang tetapi kadang-kadang untuk dapat melihat tampilan gambar dari setiap kamera yang ada menjadi permasalahan tersendiri, karena sistem jaringan yang ada di gedung tersebut kurang mendukung. Seharusnya bila gedung tersebut sudah dilengkapi dengan sistem jaringan yang baik, berapapun penambahan jumlah kamera serta dari mana saja kita akan melihat tampilan gambar dari setiap kamera tidak akan menjadi masalah.
Umumnya kualitas tampilan gambar yang kurang bagus juga karena dipengaruhi pencahayaan yang tidak mencukupi atau sangat kurang yang akan mengakibatkan warna yang muncul terlihat membosankan dan kabur. Ukuran yang digunakan dalam dalam pencahayaan ini adalah Lux, misalnya sinar matahari yang terang memiliki ukuran 100.000 Lux, sinar lilin hanya 1 lux. Untuk mendapatkan kualitas gambar yang bagus biasanya dibutuhkan sekitar 200 lux.

B. Pengertian CCTV
CCTV merupakan sebuah perangkat kamera video digital yang digunakan untuk mengirimkan sinyal ke layar monitor di suatu ruang atau tempat tertentu. Hal tersebut bertujuan untuk dapat memantau situasi dan kondisi tempat tertentu, sehingga dapat mencegah terjadinya kejahatan atau dapat dijadikan sebagai bukti tindak kejahatan yang telah terjadi.

C. Manfaat CCTV
Adapun mamfaat dari pemasangan CCTV adalah :
1.   Dapat memantau toko/kantor/pabrik dari rumah, pertambangan, rumah sakit, perparkiran, sekolah, gudang, dan banyak lainnya.
2.   Dapat memantau dari jarak jauh, kantor perwakilan-cabang dari pusat secara langsung
3.   Mengawasi rumah (babby sitter/pembantu dll) selagi anda bekerja di kantor
4.   Meningkatkan kinerja staff secara luar biasa drastis
5.   Mengurangi dan mencegah kecurangan dan penipuan





Belajar


                       SEJARAH           DIAGRAM          KAMERA

                                   MONITOR            DVR

Latihan




LATIHAN 1
  1. Tuliskan sejarah CCTV
  2. Tuliskan manfaat CCTV
  3. Tuliskan pengertian CCTV

LATIHAN 2
  1.   Tuliskan cara kerja diagram direct system
  2.   Tuliskan  cara kerja diagram recording system
LATIHAN 3
  1.   Tuliskan pengertian perbandingan sinyal terhadap noise
  2.   Berapa besarkah resolusi sensor image untuk CCTV ?
LATIHAN 4
  1. Tuliskan pengertian high resolusi dan low resolusi
LATIHAN 5
  1. Terangkan fungsi VDR 

materi pendahuluan



A.    Deskripsi
Dalam modul ini Anda akan mempelajari tentang prinsip CCTV.  Modul ini mempunyai keterkaitan erat dengan modul lain, terutama modul-modul yang membahas konsep dasar CCTV.  Peserta diklat diharapkan dapat memahami prinsip CCTV.

B.    Prasyarat

Dalam mempelajari modul ini anda harus sudah mempelajari dasar-dasar elekktronika, prinsip dasar tv dan dasar-dasar radio.

     C.  Petunjuk Penggunaan Modul
1.      Sebelum anda mengerti, topik kegiatan 1 jangan lanjutkan ke topik kegiatan berikutnya.
2.      Jika anda kurang mengerti, silahkan bertanya pada instruktor/widyaiswara.
3.      Ikuti semua langkah-langkah yang ada pada modul disaat melakukan praktek.
4.      Sebelum dan sesudah praktek semua alat ukur dalam keadaan off.
5.      Sebelum dan sesudah praktek semua peralatan  harus dalam keadaan bersih dan tersusun rapi pada tempatnya.

     

Menu