WELCOME

SELAMAT DATANG DI BLOG TEKNIK AUDIO VIDEO

Rabu, 16 September 2026

Catu Daya Stabil untuk Pembuatan Prototipe LM 317

Tugas kelas XI AV 1

(instruksi tugas akhir tulisan)

Catu Daya Stabil untuk Pembuatan Prototipe LM 317

Rangkaian catu daya stabil ini dapat langsung dihubungkan ke sumber listrik AC 230V untuk menghasilkan tegangan keluaran 3V hingga 12V DC untuk dihubungkan ke papan prototipe.

Rangkaian catu daya yang distabilkan

Input tegangan listrik AC 230V diturunkan menjadi 15V AC oleh transformator penurun tegangan X1, yang kumparan sekundernya dapat menahan arus 2 ampere. Penyearah jembatan mengubah AC menjadi DC berdenyut dengan tingkat tegangan puncak 21V (15×1,4142). LED1 menyala untuk menunjukkan ketersediaan output dari penyearah. Resistor R1 (2,2 kilo-ohm) membatasi arus melalui LED1 ke nilai aman di bawah 10 mA. Output dari penyearah jembatan dihaluskan oleh kapasitor C1 470µF. Kapasitor C2 memfilter riak frekuensi tinggi.


Regulator tegangan positif 3 terminal seri LM317 T yang dapat disesuaikan digunakan pada output bagian penyearah untuk pengaturan. Regulator ini mampu memasok arus lebih dari 1,5A pada rentang tegangan output 1,2V hingga 37V. Namun, di sini regulator digunakan untuk memasok tegangan diskrit dalam langkah 3V, 5V, 6V, 9V, dan 12V dengan bantuan sakelar putar 5 arah S2, yang memasukkan nilai resistor yang berbeda antara pin Adj regulator dan ground, sedangkan R2 (antara pin Adj dan pin output) adalah resistor tetap 220 ohm. Tegangan output (Vo) diberikan oleh hubungan:

di mana 'Rx' adalah resistansi yang terhubung antara pin Adj regulator dan ground.

Pada posisi 12V (posisi 'mati' sakelar), nilai Rx adalah R3+R4=1900 ohm, sedangkan pada berbagai posisi lain nilainya adalah resistansi seri ekivalen 1900 ohm yang diparalelkan dengan resistansi lain yang dipilih oleh sakelar putar. Tabel menunjukkan resistansi seri ekivalen pada berbagai posisi sakelar putar


Catatan

Nilai X1 pada diagram rangkaian tercetak salah. Artinya, 15V-0-15V seharusnya dibaca sebagai 0-15V.

Penggunaan resistor diskrit (dengan toleransi 1%) lebih disukai daripada penggunaan resistor variabel karena kontak geser menjadi tidak stabil setelah beberapa kali penggunaan dan toleransi (variasi terhadap suhu) resistor variabel juga jauh lebih tinggi.

Konstruksi

Regulator LM317T harus dipasangi heatsink di antara regulator dan PCB untuk memberikan transfer panas terbaik. Perhatikan bahwa semakin tinggi arus beban atau semakin rendah tegangan pada beban, semakin tinggi pula disipasi panas pada regulator. Dengan asumsi Anda mengatur output ke 3V dan beban menarik arus 1,5A, terdapat penurunan tegangan sekitar 10 volt pada IC1. Disipasi daya pada IC1 adalah 10 × 1,5 = 15 watt. Untuk menghilangkan panas ini, Anda harus menggunakan heatsink berukuran sekitar 4 × 10 cm. Pelat aluminium 3 mm dengan ukuran tersebut yang dipasang pada regulator akan bekerja secara efisien. Perbedaan tegangan minimum 3 hingga 4V antara tegangan input dan output sangat penting untuk regulasi yang tepat.


Saklar S1, transformator X1, LED1, sekering F1, dan saklar putar S2 sebaiknya dipasang dengan tepat di dalam kotak logam. Pendingin (lembaran aluminium) harus dimasukkan rata di antara regulator dan PCB dan diamankan menggunakan mur dan baut setelah mengoleskan pasta pendingin pada bagian logam LM317T. Gunakan saklar putar yang dipasang pada kotak dan sambungkan koneksi dari PCB ke posisi saklar putar dengan koneksi umum menuju kutub saklar putar. Karena LM317T memiliki perlindungan hubung singkat bawaan, sekering pada outputnya tidak diperlukan. Rangkaian harus disambungkan menggunakan PCB yang sesuai.

Hasil catatan di photo dan kirim ke wa bapak...